Siapkah Kuliah ? Baca Dulu Perbedaan Kuliah dengan SMA

Siapkah Kuliah ? Baca Dulu Perbedaan Kuliah dengan SMA


Hello sobat semua, pembaca setia Blog Mas Tom. Setelah sebelumnya saya menulis beberapa tips milih jurusan dan perguruan tinggi. Kali ini saya akan berbagi pengalaman lagi tentang dunia perkuliahan, yaitu mengenai Perbedaan Kuliah dengan SMA.

Bagi sobat para penonton setia FTV mungkin sudah bisa menebak bagaimana gambaran kuliah. Mulai dari nyantai-nyantai, masuk kuliah siang, gak banyak tugasnya, dosen sama mahasiswanya pacaran dll.

Sehingga sobat yang masih duduk di bangku sekolah menengahpun sudah tak sabar untuk bisa mengenyam bangku perguruan tinggi dengan mengikuti berbagai bimbel sebagai persiapan untuk menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Ternyata perlu sobat ketahui bahwa semua gambaran yang ada di FTV tersebut adalah gambaran yang salah besar. Karena kuliah itu tak semanis cerita film yang biasa menemani kegabutan sobat di hari minggu.

Memang benar ada jam kuliah yang masuknya siang, tapi di semester awal sobat akan mulai kelas di jam pagi, biasanya jam 07.30. Apabila dosennya killer, lewat 5 menit tidak diperbolehkan ikut kuliah alias dianggap bolos.

Nah, kembali lagi ke topik.

Siapkah kuliah ?

Saya yakin sobat semua yang membaca artikel ini dalam hatinya sudah sangat siap sekali untuk kuliah, karena dulu pun saya mengalami hal yang sama dengan sobat sekarang.

Sebelum sobat benar-benar terjun ke dunia perkuliahan, sebaiknya ketahui perbedaan kuliah dengan SMA. Untuk itu silahkan baca artikel ini sampai selesai.

1. Satu Bab Dua kali Pertemuan

Mungkin sobat pernah belajar materi fisika tentang hukum newton, gravitasi, termodinamika dll di sekolah menengah. Di perkuliahan pun selama prodi yang sobat ambil adalah saintek saya rasa sobat akan kembali belajar materi diatas.

Loh, kan saya prodi biologi mas kok belajar fisika ?

Ya, memang seperti itu, karena mata kuliah fisika termasuk mata kuliah wajib di prodi saintek. Saya tahu karena ada beberapa teman saya bertanya soal-soal fisika padahal dia dari jururan biologi, peternakan dll.

Lalu bedanya dengan di SMA adalah penyampaian materinya, kalau di SMA satu bab mungkin bisa sampai 3-4 pertemuan. Sedangkan dalam perkuliahan, satu bab itu hanya disampaikan tidak lebih dari 2 pertemuan, karena dosen hanya menyampaikan materi intinya saja. Sisanya hanya kita yang harus mempelajari sendiri.

2. Tugas Di Periksa oleh Asdos

Kalau sekarang tugas-tugas atau PR itu dikumpulkan ke guru kemudian di periksa oleh gurunya atau bahkan di periksa bersama-sama di kelas. Untuk tugas mahasiswa tidak langsung di periksa oleh dosennya, melainkan di periksa oleh asdos (Asisten Dosen) dan hampir semua dosen mempunyai asistennya masing-masing.

3. Jumlah Soal Ujian Sedikit

Ujian di SMA biasanya terdiri dari ujian harian setiap selesai bab, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Biasanya ujian tengah semester bisa sampai 20 soal dan ujian semester sampai 45 soal.

Berbeda dengan di perkuliahan, ujian hanya terdiri atas ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Dimana jumlah soalnya tidak terlalu banyak, biasanya 5 soal saja pengalaman uts pertama saya dan melihat dari beberapa soal uts dan uas tahun sebelumnya. Kecuali soal fisika sampai 25 soal, tapi sepertinya ini khusus di fakultas saya wkwk.

4. Bebas Milih Mata Kuliah

Mata kuliah itu sama dengan mata pelajaran, yang di SMA kita telah di suguhkan mata pelajaran yang harus di ambil semua baik yang di sukai atau tidak disukai sama sekali.

Di kuliahan sobat akan diberikan kebebasan untuk memilih mata kuliah yang ingin di pelajari sesuai dengan prodinya masing-masing yakni di mata kuliah pilihan dan itu akan dimulai di semester 2.

Khusus di semester 1 sobat akan belajar layaknya anak SMA tapi tidak semua pelajaran SMA dipelajari, melainkan hanya sebagian kecil saja yaitu mata pelajaran yang sesuai dengan jurusannya, matematika (kalkulus), fisika, kimia, agama, dan beberapa praktikum.

5. Tidak Ada Pakaian Seragam

Sesuai dengan prediksi sobat, bahwa yang paling sobat ketahui perbedaan kuliah dengan SMA adalah tidak ada pakaian seragam, alias kuliah bebas mau menggunakan pakaian apapun asalkan kalau baju harus berkerah, celana sopan. Bahkan bagi perempuan muslim boleh menggunakan gamis.

6. Tidak Ada Istilah Jadwal Kosong

Di SMA mungkin pernah sobat menemukan guru yag tidak bisa masuk karena ada hal penting yang tidak bisa di tinggalkan, kemudian diganti dengan tugas.

Kalau di perkuliahan selama satu semester telah di jalani ini, saya belum pernah menemukan ada jadwal kuliah yang kosong benar-benar tidak diisi. Kalaupun ada dosen yang tidak masuk, biasa di gantikan di hari sabtu. Bahkan ada juga yang sampai di gantikan dengan kuliah online. Jadi benar-benar tidak ada mata kuliah kosong.

7. Cuma Bawa Satu Buku

Kalau sekarang sobat biasa sekolah membawa buku pelajaran lebih dari 3, ditambah buku paket. Tenang itu hanya di SMA, setelah sobat masuk kuliah sobat hanya akan membawa satu buku saja, yakni buku binder.

Dalam satu buku tersebut sobat menulis apa-apa yang perlu di tulis saat jam perkuliahan. Semua mata kuliah biasanya di tulis dalam buku yang sama.

8. Boleh Bolos

Ini mungkin salah satu kesempatan terbesar yang tidak ada di SMA, yaitu diperbolehkan bolos. Namun saya lebih memilih mengatakan dibolehkan tidak masuk kelas tiap mata kuliah.

Maksudnya gimana nih mas ?

Jadi tiap mata kuliah, sobat akan diperbolehkan untuk tidak masuk maksimal 25% dari total pertemuan, sehingga sobat hanya di tuntut masuk 75% saja untuk persyaratan mengikuti ujian tengah semester atau ujian akhir semester.

Misal, jumlah pertemuan mata kuliah kalkulus itu sebelum UTS sampai 8 kali, maka sobat boleh tidak mengikuti mata kuliah kalkulus sebanyak 2 kali pertemuan. Namun menurut saya baiknya sobat tidak melakukan bolos selama tidak ada kepentingan yang benar-benar darurat untuk ditinggalkan.

9. Tidak Selalu Dalam Satu Ruangan yang Sama

Jika di SMA sobat akan belajar dari siang sampai sore dalam satu ruangan kelas yang sama. Maka di perkuliahan sobat akan berganti-ganti ruangan sesuai dengan yang ditentukan, bahkan di ruang yang berbeda fakultas.

Misal, kuliah kalkulus sobat di ruangan 101, setelah selesai dan kemudian melanjutkan kelas agama bisa saja ruangannya jadi di 105 dsb. Selain itu diawal-awal sobat juga akan satu kelas dengan prodi lain dalam satu fakultas pada mata kuliah wajib fakultas.

Kesimpulan

Banyak sekali perbedaan-perbedaan yang ditemukan anatara belajar di perguruan tinggi dan di SMA. Beberapa diantaranya yang telah saya sebutkan diatas, namun menurut saya itu masih sebagiannya saja. Masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang akan ditemukan, untuk bisa mengetahui lebih jauh, maka bersiaplah untuk masuk perguruan tinggi tahun ini ataupun tahun depan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Terimakasih atas kunjungannya.
Tomi Nurhidayat

Data Science dan Machine Learning Enthusiast | SEO Enthusiast.

Previous Post Next Post